VIOLA JAWA TENGAH KAMI MEMANG ADA

PENDEKAR CISADANE BERHARAP BOMBER I.S.L P.T.W- Kebutuhan Persita akan sosok striker
haus gol kembali muncul usai
kemenangan tipis 1-0 pada laga
ujicoba kontra Persikad Purwakarta,
Jumat (5/3) sore di Stadion
Purnawarman. Mencuatnya keinginan
tersebut ditenggarai karena
banyaknya peluang yang didapat
penyerang Pendekar Cisadane
namun hanya satu gol yang
bersarang ke gawang skuat asuhan
Suimin Diharja. Apalagi gol yang
bersarang ke gawang lawan
dilesakkan oleh pemain belakang
Maman Abdurahman.
Hanya saja keinginan mencari striker
lantaran minimnya kontribusi
penyerang dibantah Bambang
Nurdiansyah. Dikemukakan mantan
striker timnas itu menyatakan hasrat
menambah pemain si posisi striker
lantaran komposisi pemain di posisi
striker masih kurang. Pemain yang
disiapkan di posisi tersebut baru
ada nama Riski Novriansyah dan Aldi
Al Achya serta pemain muda Henry
Rivaldi.
“Idealnya kami memiliki empat
striker dengan kemampuan merata,
yang ada sekarang kami baru punya
dua striker. Satu striker lagi masih
muda, Henry tapi dia punya potensi
untuk berkembang meski masih
butuh waktu. Kami butuh striker
yang matang dan siap tempur,” jelas
Bambang Nurdiansyah, Pelatih
Persita.
Lebih jauh dikemukakan mantan
pelatih PSIS Semarang tersebut,
terkait dua striker yang dimiliki
Persita sekarang ini yakni Aldi dan
Riski dinilai sudah memenuhi
keinginannya untuk sosok seorang
striker. Hanya, Persita butuh bomber
haus gol yang bisa mengoptimalkan
peluang jadi gol.
Proses pencarian sendiri
dikemukakan Banur -sapaan
Bambang Nurdiansyah- telah
dilakukan namun sejauh ini belum
menghasilkan. Termasuk
mendatangkan pemain
berpengalaman Rachmat ‘Poci’ Rivai,
namun eks striker Persitara tersebut
belum hadir di Tangerang.
Pencararian pemain berstatus
‘berpengalaman’ nampaknya menjadi
kesulitan tersendiri buat tim Ungu
mengingat pemain dengan kualitas
tersebut ada di kompetisi ISL. Dan
sebagian besar striker tersebut
sudah diikat oleh klub kompetisi
kasta utama sepakbola nasional
tersebut.
Keinginan mendatangkan bomber ISL
sendiri memang telah menjadi
bagian dari kebijakan manajemen.
Seperti dikemukakan oleh H. Daniel
Ramdani, Asisten Manajer Persita
bahwa tim Ungu memang masih
kekurangan posisi striker meski saat
ini ada tiga orang striker.
“Manajemen dan pelatih sudah
sepakat bahwa kita butuh striker
berpengalaman main di ISL. Saat ini
striker berpengalaman ISL hanya
Riski dan Aldi, kalau Henry masih
butuh jam terbang meski kami
sepakat dia punya potensi.
Tambahan satu striker sebagai
antisipasi juga jika cedera dan
akumulasi,” jelas Daniel.
Terkait mahalnya harga striker
dengan level ISL, Daniel tetap yakin
masih terbuka peluang striker bagus
datang ke Persita. Dia pun
mempercayai luasnya hubungan
Banur di sepakbola nasional untuk
bisa merekrut pemain ISL yang
harganya sesuai dengan budget tim
Ungu. “Persita masih punya nama di
sepakbola nasional, begitu juga
pelatih kita Banur,” tutup Daniel.