Anti Syi'ah Rafidhah

“Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapak dan kaum kerabatmu. Jika ia kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatan. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutar balikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui segala apa yang kamu kerjakan.” (Qs. An-Nisaa: 135)

----------------------
ASAL USUL SYIAH
----------------------

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata, “Sesunguhnya yang pertama kali membuat ajaran Rafidhah (Syi’ah Imamiyah) adalah seorang yang asalnya beragama Yahudi dan pura-pura masuk Islam dan menyusupkan kepada orang-orang jahil berbagai macam ajaran yang menikam inti ajaran Islam. Oleh karena itu ajaran ini adalah pintu terbesar kemunafikan dan jalan mulus untuk menjadi zindiq”. Majmu’ Fatawa (4/428)

------------------------------------------
ASAL USUL PENAMAAN RAFIDHAH
------------------------------------------

Ada tiga pendapat yang menyebutkan asal usul penyebutan mereka dengan nama Rafidhah.

Pertama adalah karena penolakan (Ra-fa-dha) mereka terhadap kepemimpinan Abu Bakar dan Umar Radhiyallahu ‘Anhuma.

Kedua mengatakan mereka disebut Rafidhah karena penolakan mereka terhadap Islam.

Ketiga mengatakan karena penolakan mereka terhadap kepemimpinan Zaid bin Ali bin Husain Radhiyallahu ‘Anhu yang menolak untuk berlepas diri dari Abu Bakar dan Umar Radhiyallahu ‘Anhuma.

Untuk itulah mereka disebut Rafidhah.

-----------------------------------------------

Imam Abu Ja’far Muhammad Al Baqir ditanya oleh Katsir Annawwal : “Apakah aku harus mencintai mereka berdua (Abu Bakar dan Umar)?” Imam Al Baqir menjawab :”Ya, celakalah engkau, cintailah mereka berdua di dunia dan akhirat, jika engkau terkena dosa karena mencintai mereka berdua, maka akulah yang akan menanggungnya”.

Al-Aajurriy rahimahullah berkata :

Telah menceritakan kepada kami Abu Sa’iid, ia berkata : Telah menceritakan kepada kami Muthayyin Al-Kuufiy, ia berkata : Telah menceritakan kepada kami Musharrif bin ‘Amru, ia berkata : Telah menceritakan kepada kami Yuunus bin Bukair, dari Muhammad bin Ishaaq, ia berkata : Aku mendengar Imam Abu Ja’far (Muhammad Al-Baaqir) berkata : “Barangsiapa yang bodoh terhadap keutamaan Abu Bakr dan ‘Umar radliyallaahu ‘anhumaa, sungguh ia telah bodoh terhadap sunnah” [Asy-Syarii’ah 3/417 no. 1863].

---

"Undang teman untuk bergabung, caranya lihat link di kanan atas. Klik yang ada tulisan Undang / Join."