KMK Stanislauskotska

St. Stanilaus Kotska

13 November
Pelindung para pelajar dan mahasiswa

HISTORY:
Bersama kakaknya, yaitu Paul, Stanislaus – yang pada saat itu baru berusia 14 tahun – belajar pada sebuah kolese Jesuit di Wina (Austria). Ia periang, peramah dan polos hatinya. Perangai ini berbeda sekali dengan tabiat Paul, sehingga cara hidup Stanislaus yang baik bagaikan duri dimata kakaknya. Maka seringkali Paul berlaku kasar dan kejam kepada Stanislaus. Stanislaus menerimanya dengan sabar. Namun akibatnya suatu ketika ia jatuh sakit dan sangat kritis. Karena indekos pada keluarga Protestan, mustahilah ia kedatanag seorang imam. Syukurlah ia ingat akan perlindungan St. Barbara, yang – menurut buku riwayat orang-orang kudus – tak pernah membiarkan orang yang minta perantaranya meninggal tanpa dibekali sakramen-sakramen terakhir. Stanislaus berdoa terus kepada Santa ini memohon bantuan. Tiba-tiba St. Barbara menampakan diri di dampingi dua orang malaikat dan menerimakan Komuni kudus kepadanya. Stanislaus sembuh dan ingin masuk Serikat Jesus. Supaya tidak dicegah ayahnya, Stanislaus menyamar dan lari ke Roma. Di sana ia diterima dalam novisiat setelah membuktikan kesungguhan hatinya dengan melaksanakan segala tugas remeh dan hina, walaupun ia keturunan ningrat Polandia. Sepuluh bulan lamanya Stanislaus menjalani masa novisiatnya dengan sangat setia. Meskipun masih sangat muda, namun kesalehanya menonjol sekali. Ia meninggal di Roma sebagai novis pada hari pesta kenaikan Bunda Maria, sesuai dengan permohonan dalam doanya.