Komka 'Santa Anna Warukin'

PAUS FRANSISKUS: ALLAH MENCARI SEBUAH IMAN YANG TULUS DAN SEJATI Paus Fransiskus merenungkan pengakuan iman Santo Petrus, mengatakan bahwa Kristus memanggil kita masing-masing untuk menawarkan iman kita untuk membangun Gereja-Nya. Injil Matius mengingatkan kembali tentang Simon yang mengakui imannya kepada Yesus sebagai "Mesias, Putera Allah yang hidup." Setelah mendengar hal ini, Kristus menamai Petrus, batu karang dimana Ia akan membangun Gereja-Nya. Mari kita berhenti sejenak pada titik ini, pada kenyataan bahwa Yesus menyandangi nama baru untuk Simon : "Petrus", yang dalam bahasa Yesus diucapkan "Kefa", sebuah kata yang berarti "batu karang" kata Paus. "Dalam Kitab Suci, nama ini, kata "batu karang" ini mengacu kepada Allah. Yesus menyandanginya untuk Simon bukan karena mutunya atau karena jasa-jasa manusiawinya, tetapi karena imannya yang sejati dan murni, yang datang dari atas." Bapa Suci menjelaskan bahwa Yesus melihat pada diri Petrus suatu "iman yang dapat dipercaya" di mana Ia dapat membangun Gereja-Nya. Hal yang sama, kata beliau, terjadi pada setiap orang Kristen yang mengembangkan iman yang tulus di dalam Kristus. Paus meminta umat beriman untuk bertanya pada diri sendiri tentang keadaan iman mereka sendiri. "Masing-masing harus menjawab dalam hati mereka: Bagaimana imanmu" tanyanya. "Apa yang Tuhan cari di dalam hati kita? Hati yang teguh seperti batu atau sebuah hati seperti pasir, yang, bimbang , jera, meragukan? Ada baiknya kita hari ini untuk berpikir tentang hal ini. " Paus berusia 77 tahun melanjutkan dengan mengatakan bahwa Tuhan tidak mencari iman yang sempurna, melainkan iman yang tulus yang dapat digunakan sebagai sebuah batu-batu hidup untuk membangun Gereja-Nya. Setiap orang yang dibaptis, kata beliau, "dipanggil untuk menawarkan kepada Yesus iman mereka sendiri, yang miskin tapi tulus, sehingga Ia dapat terus membangun Gereja-Nya, hari ini, di setiap bagian dari dunia." Sebelum membaca doaMalaikat Tuhan bersama umat beriman, Paus Fransiskus meminta umat beriman untuk berdoa kepada Tuhan, melalui perantaraan Bunda Maria, untuk mengaruniakan kita kasih karunia untuk menanggapi dengan tulus seperti yang dilakukan Petrus. "Ini adalah pengakuan iman, ini adalah Kredo tersebut. Mari kita semua mengulang ini tiga kali bersama-sama: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup", kata dia, yang orang-orang bersama-sama mengulangi pernyataan iman Petrus. Doa untuk Ukraina Setelah membaca doa Maria, Bapa Suci berdoa untuk perdamaian di Ukraina, pada kesempatan Hari Kemerdekaan mereka. Kerinduan mereka untuk perdamaian dan ketenangan, kata beliau, terancam oleh situasi saat ini "yang menyebabkan banyak penderitaan di kalangan penduduk sipil. Paus mempercayakan rakyat Ukraina untuk Perawan Maria, memimpin umat beriman dalam berdoa "Salam Maria". "Saya telah menerima surat dari seorang uskup dan dia menceritakan semua rasa sakit ini. Mari kita berdoa bersama-sama bersama Bunda Maria untuk tanah Ukraina tercinta pada hari raya nasional mereka, "kata beliau. Sumber: http://www.zenit.org/…/pope-francis-the-lord-seeks-a-sincer… ~Dv