PRAMUKA News

Pengembangan Satuan Komunitas Gerakan Pramuka
Pemuda Perlu Wadah yang Kondusif Jakarta, Masa depan generasi muda Indonesia harus dibangun dengan optimisme alamiah yang membumi dan hanya bisa dijawab oleh kualitas pribadi. “Optimisme ini dapat dibangun melalui berbagai kegiatan kepemudaan, salah satunya melalui kegiatan kepramukaan,” kata Asisten Deputi Kepanduan Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Kemenpora, IGP Raka Pariana, kepada Wartawan, ditemui di ruang kerjanya Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga RI, Senayan Jakarta, kemarin. Pemerintah, kata Raka Pariana, melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga RI dan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, terus berupaya memberdayakan organisasi kepemudaan agar benar-benar mampu menjadi wadah aktivitas dan kreativitas pemuda. Salah satunya melalui kegiatan Workshop Fasilitasi Pembentukan Dan Pengembangan Satuan Komunitas Dan Gugus Darma Pramuka 2014, yang baru saja dilaksanakan di Pusako Hotel, Bukit Tinggi, Sumatera Barat, Minggu s/d Selasa, 21 – 23 September 2014 lalu. Workshop tersebut diikuti 50 Pramuka Penegak dan Pendega berprestasi dari Kwartir Daerah (Kwarda), Kwartir Cabang (Kwarcab) dan Kwartir Ranting (Kwarran) se-Provinsi Sumatera Barat. Menghadirkan IGP Raka Pariana (Asisten Deputi Kepanduan Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Kemenpora RI), dan H. Suriyadi (Wakil Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka) sebagai instruktur. Workshop ini merupakan upaya berkelanjutan yang sudah dilaksanakan di Bogor, Bandung, Malang, Palu, dan Yogyakarta. “Pelatihan ini dimaksudkan untuk meningkatkan minat masyarakat ikut aktif mengembangkan pramuka yang berbasis antara lain profesi, aspirasi dan bidang keagamaan. Sesuai UU No. 12 tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka. Yaitu membentuk satuan komunitas yang menjadi wadah dari berbagai organisasi kepanduan diluar Gerakan Pramuka. Menciptakan sinergitas dengan pemangku kepentingan yang terkait dalam pembangunan kepemudaan,” terang Raka Pariana. Wakil Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka H. Suriyadi, pada saat yang sama menyampaikan, selain mengedepankan kebersamaan dan jiwa patriotik, kepramukaan juga mengajarkan nilai-nilai kemanusiaan, dan cinta kasih. “Pemuda memiliki peran aktif sebagai kekuatan moral, dan agen perubahan. Mereka perlu wadah yang kondusif. Wadah yang dapat mengajarkan nilai-nilai kemanusiaan, dan cinta kasih. Memperkuat ketahanan mental-spiritual, iman, takwa, serta meningkatkan kesadaran hukum,” ungkap H. Suriyadi. http://www.harianterbit.com/read/2014/10/02/9223/29/29/Pemuda-Perlu-Wadah-yang-Kondusif