KOMUNITAS TRADER FOREX MAKASSAR

Outlook EUR/USD 19 -23 Januari 2015
19 Januari 2015 Oleh: Jogja-ifx Fundamental Beberapa peristiwa penting yang sangat menarik pekan lalu adalah, keputusan ECJ (European Court of Justice) dan kebijakan moneter SNB yang mengejutkan market/investor. Banyak pengamat menilai, keputusan ECJ hari Rabu pekan lalu dianggap sebagai lampu hijau bagi ECB untuk meluncurkan QE, walaupun Weidmann (Presiden Bundesbank atau bank sentral Jerman) berpendapat sebaliknya, bahwa opini ECJ adalah justru menggambarkan keterbatasan legalitas ECB yang berarti bahwa lembaga itu tidak dapat secara leluasa melakukan kebijakan ekonomi atau pembiayaan moneter. Tapi sejauh ini, keputusan ECJ telah menyumbang berkembangnya ekspektasi bahwa ECB akan meluncurkan QE (Quantitative Easing) dalam pertemuan ECB yang akan digelar tanggal 22 Januari mendatang. Akibatnya, Euro makin tertekan setelah keputusan ECJ tersebut. Setelah ECJ, statement SNB (Swiss National Bank atau bank sentral Swiss) menyusul dengan mengumumkan keputusan kebijakan yang benar-benar mengguncang market, yakni melepas batas nilai tukar 1.20 per Euro (EUR/CHF) dan menurunkan tingkat suku bunga dari 0.25% menjadi minus 0.75%. Akibatnya mata uang Swiss Franc (CHF) secara masif menjadi incaran investor sehingga major cross pair USD/CHF, EUR/CHF dan GBP/CHF merosot sangat tajam. EUR/USD ikut terkena imbasnya, tertekan hingga menerobos key support jangka panjang 1.1639. Beberapa analis menilai, antara lain BTMU (Bank of Tokyo Mitsubishi UFJ), bahwa sangat mungkin apabila SNB telah mengetahui lebih dulu rencana apa yang hendak dilakukan oleh ECB yang kemudian menyebabkan bank sentral Swiss mengeluarkan kebijakan moneter tersebut. Rilis data pekan lalu yang menunjukkan stagnasi pertumbuhan inflasi berbasis tahunan (Final CPI y/y) zona Euro, juga ikut mempertebal ekspektasi bahwa ECB diperkirakan akan meluncurkan QE atau program stimulus yang baru. Sementara di sisi USD, data-data fundamental pekan lalu sebetulnya tidak terlalu menggembirakan, karena rilis data CPI dan Industrial Production memposting angka di bawah konsensus, meskipun kemudian tertolong oleh data Consumer Sentiment AS yang memecahkan rekor dengan menunjukkan indeks angka tertinggi dalam 11 tahun terakhir. Euro semakin tertekan setelah rilis data Consumer Sentiment, dan bahkan sempat turun menerobos di bawah 1.1500. Pekan berikutnya, ECB Press Conference (22 Januari) akan menjadi menu utama yang menjadi fokus market setelah rilis data ZEW Economic Sentiment Jerman dan zona Euro. Ekspektasi yang terlanjur makin berkembang belakangan ini adalah ECB diharapkan akan meluncurkan QE. Beberapa analis berpendapat, besaran/nilai dan cakupan program stimulus atau QE akan menjadi penting dan dapat mempengaruhi sentimen market terhadap Euro. Sebagian pengamat atau analis lainnya berpandangan bahwa dengan QE atau tanpa QE, Euro masih akan tetap tertekan dalam jangka menengah hingga jangka panjang karena disparitas antara kebijakan moneter ECB dan the Fed masih akan menjadi alasan bagi para investor untuk mendukung Greenback, meskipun ekspektasi kenaikan suku bunga AS telah mengalami pergeseran atau mundur hingga akhir tahun 2015 setelah rilis beberapa data AS dalam dua pekan terakhir. GDP kwartal ke-4 dan pasar tenaga kerja AS yang menunjang kekuatan daya beli konsumen dan kekuatan pemulihan ekonomi AS tampaknya masih akan menjadi faktor penting bagi market/investor untuk tetap mendukung demand terhadap Greenback. Teknikal Pada chart Monthly, EUR/USD tergelincir turun hampir 200 pips setelah menerobos key support 1.1639 hingga menyentuh Low 1.1459, dan membutuhkan sekitar 200 pips lagi untuk mengancam level 61.8% retracement yang diukur dari 0.8225 (Low Oktober 2000) hingga ke 1.6038 (High Juli 2008). Di bawah level fibo retracement ini berhadapan dengan support 1.0762 (Low September 2003). Beberapa analis, antara lain Morgan Stanley, berpendapat bahwa 61.8% retracement (di kisaran 1.1230) adalah fokus support penting berikutnya yang harus diperhatikan, yang menjadi tembok terakhir pertahanan pair ini untuk melindungi level psikologis berikutnya, yakni 1.1000. Pada chart Daily, setelah break-down dari level flat Kijun-sen 1.2423 pada tanggal 17 Desember yang lalu, harga masih cenderung bergerak di bawah Tenkan-sen (sekarang ini di level 1.1714), sehingga di atas 1.1714 yang berhadapan dengan resisten 1.1753 adalah level yang dibutuhkan untuk mengkonfirmasi konsolidasi/korektif upside dalam jangka pendek. Pada sisi upside, di atas 1.1753/14 berpeluang memperpanjang konsolidasi mengejar resisten 1.1870. Sebaliknya pada sisi downside, di bawah 1.1639 (key support Monthly yang sekarang menjadi resisten) masih berisiko bearish untuk menguji kembali 1.1459 (fresh Low yang terendah dalam 11 tahun terakhir) dimana break di bawah level ini berpotensi bearish continuation mengejar 61.8% retracement skala Monthly (di kisaran 1.1230) Regards,
Jogja-ifx Introducing Broker Instaforex