KALIWUNGU

Group KALIWUNGU adalah media sosial untuk menjalin komunikasi antar komunitas Kaliwungu baik yang masih di Kaliwungu atau di luar kaliwungu. Grup ini untuk menjalin ukhuwah, mengejar kemajuan bersama, dan berkontribusi untuk masyarakat Kaliwungu khususnya. Grup didirikan secara pribadi tidak mewakili dan di luar tanggung jawab struktural Instansi Pemerintahan Kaliwungu.

Kaliwungu adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Kendal, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Kecamatan ini berbatasan langsung dengan Semarang, tepatnya di sebelah barat Kota Semarang, (21 KM) Jawa TengahIndonesia.
Kecamatan Kaliwungu terbagi menjadi 2, Kec. Kaliwungu dan Kec. Kaliwungu Selatan.

Kecamatan Kaliwungu yang semula terdiri dari 15 desa, sejak bulan Oktober 2007 (karena adanya pemekaran wilayah) terpecah jadi 2 Kecamatan,
Kecamatan Kaliwungu terdiri atas desa :
1 Karangtengah
2 Krajan Kulon
3 Kumpul Rejo
4 Kutoharjo
5 Mororejo
6 Nolokerto
7 Sarirejo
8 Sumberejo
9 Wonorejo

KALIWUNGU SELATAN
Kaliwungu Selatan adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Kendal, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Kecamatan ini berupa kecamatan pemekaran dari kecamatan Kaliwungu.
Kaliwungu Selatan terdiri atas 8 Desa/Kelurahan :
1. Plantaran
2. Sukomulyo
3. Protomulyo
4. Magelung
5. Darupono
6. Kedungsuren
7. Jeruk giling
8. Sidomakmur
Kecamatan Kaliwungu Selatan memiliki luas wilayah + 65,19 ha yang terbagi atas 60 RW dan 254 RT. Batas – batas wilayah Kecamatan Kaliwungu Selatan di sebelah Utara berbatasan dengan kecamatan Kaliwungu, di Sebelah Selatan berbatasan dengan kecamatan Singorojo, di sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Brangsong dan sebelah timur berbatasan dengan dengan Kota Semarang

Kaliwungu terkenal dengan sebutan kota santri dikarenakan di kecamatan tersebut terdapat puluhan pondok pesantren. Pemberian nama Kaliwungu diambil dari peristiwa seorang guru (Sunan Katong) dan muridnya (Pakuwojo) yang berkelahi di dekat sungai karena perbedaan prinsip. Dari pertengkaran itu terjadi pertumpahan darah yang menurut cerita, Sunan Katong berdarah biru dan Pakuwojo berdarah merah, keduanya wafat dalam perkelahian itu dan darahnya mengalir di sungai sehingga berubah menjadi ungu.