SMAN 4 BEKASI (EMBASSY)

SMA Negeri 4 Bekasi dirintis mulai pada tahun pelajaran 1987/1989 yang merupakan kelas jauh dari SMA Negeri 1 Bekasi. Di awal rintisan waktu itu baru terbentuk tiga kelas dengan jumlah siswa ± 136 siswa dengan jumlah guru tetap 5 (lima) orang dan Bpk. Drs. Maman sebagai kepala SMA Negeri 1 merangkap kepala sekolah kelas jauh di mana Ibu Beah Sulbiah, BA menjadi Pelaksana Harian (PLH). Waktu itu pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) masih menggunakan fasilitas ruang belajar SMP Negeri 4 Bekasi.

Tahun pelajaran 1988/1999 lokasi belajar dipindah ke SMAN 1 Bekasi Jl. KH. Agus Salim Bekasi Timur sebagai sekolah induk dan kegiatan belajar mengajar dilaksanakan siang hari. Status kelas jauh disandang oleh SMAN 4 Bekasi hingga lima angkatan. Dalam perjalanannya sebagian siswa pernah menempati ruangan belajar SMA Harapan Jaya (HARJA) yang berlokasi di belakang SMAN 1 Bekasi karena kurangnya ruang belajar pada sekolah induk.

Tahun 1991 terjadi pergantian Kepala Sekolah dari Bpk. Drs. Maman ke Bpk. Drs. H Sudarsono, pada periode ini tepatnya tahun 1992 bangunan SMAN 4 Bekasi mulai berdiri yang berlokasi di PERUMAHAN HARAPAN JAYA Bekasi Utara yang terdiri dari : 5 ruang belajar, ruang guru, runag TU, ruang Kepala Sekolah dan ruang BP diatas tanah ± 5600 m2. Tahun 1994 SMA Negeri 4 Bekasi mendapat bangunan sebanyak 6 ruang belajar dan 1 ruang laboratorium IPA dari Pemerintah DKI Jakarta yang diresmikan dan diserahterimakan dari Gubernur DKI Jakarta Bpk. Suryadi Sudirja ke Gubernur Jawa Barat Bpk. R. Nuriana.

Tahun 1995 Kepala Sekolah berganti dari Bpk. Drs. Sudarsono ke Bpk Drs H. Inggu Hasanudin, tahun ini merupakan tahun terakhir SMA Negeri 4 Bekasi sebagai kelas jauh dari SMA Negeri 1 Bekasi, di mana status sekolah menjadi SMA Negeri 4 Bekasi DEFINITIF.

Dalam perkembangannya, pada tahun pelajaran 1997/1998 SMA Negeri 4 Bekasi merintis kelas jauh / sekolah filial yang berlokasi di PERUMAHAN HARAPAN INDAH Bekasi Utara (sekarang Medan Satria).

Tahun pelajaran 1998/1999 kepala sekolah berganti dari Bpk. Drs. H. Inggu Hasanudin ke Ibu Hj. Beah Sulbiah, S.Pd. Pada periode ini SMA Negeri 4 Bekasi menambah 4 ruang belajar dari sumbangan orang tua siswa, sehingga ruang belajar yang dipergunakan kegiatan belajar menjadi 15 ruang belajar. Disamping itu SMA Negeri 4 Bekasi dalam upaya membantu masyarakat yang ingin memasuki sekolah negeri memiliki kelas jauh sebanyak 15 rombongan belajar dan pada tahun pelajaran 2001/2002 resmi menjadi SMA Negeri 10 Bekasi hingga sekarang.

Pada tahun pelajaran 2001/2002 Ibu. Hj.Beah Sulbiah, S.Pd digantikan oleh Bpk. Drs. H. Fatah Hidajat, MM sebagai kepala SMA Negeri 4 Bekasi. Saat itu pertumbuhan SMA Negeri 4 Bekasi sangat mengembirakan, dengan 27 rombongan belajar. Berbagai fasilitas mulai tahun pelajaran itu meningkat cukup signifikan dalam upaya mengejar sekolah satu shift, dari tahun pelajaran 2001/2002 sampai 2003/2004 ruang belajar bertambah dari 15 ruang belajar menjadi 20 ruang belajar dan pada tahun pelajaran itu sedang dibangun 7 ruang belajar , 4 ruang belajar hasil swadaya masyarakat dan orang tua siswa dan 3 ruang belajar bantuan dari Pemda Kota Bekasi, yang diharapkan akhir tahun pelajaran ini tersedia 27 ruang belajar. Sehingga tahun pelajaran 2004/2005 SMA Negeri 4 Bekasi berubah dari pola belajar double shift (belajar pagi dan siang) menjadi single shift (hanya belajar pagi), hal ini sangat mengembirakan mengingat tahun pelajaran 2004/2005 Pemerintah Pusat mencanangkan perubahan kurikulum menjadi KBK (Kurikulum Berbasis Kompetensi) yang akan sangat tepat jika sekolah itu hanya satu shift.
Di samping perkembangan ruang belajar, tercatat juga ada perubahan fasilitas penunjang seperti: perluasan ruang Perpustakaan dan Laboratorium Komputer, pengadaan Laboratorium Bahasa.

Pada tahun pelajaran 2004/2005 Bpk. Drs. H. Fatah Hidajat, MM digantikan oleh Bpk Drs. H. A. Bachrum, M.M. sebagai kepala SMA Negeri 4 Bekasi. Pada periode ini SMA Negeri 4 Bekasi mendapat kepercayaan untuk menyelenggarakan Program Rintisan Sekolah Mandiri dan dalam rangka itu pula mulai tahun pelajaran 2007-2008 SMA Negeri 4 Bekasi membuka program kelas khusus, maka dari 9 rombongan belajar kelas X tahun pelajaran 2007-2008 3 diantaranya adalah kelas khusus yang rekrutmennya dilakukan melalui seleksi khusus yaitu :
1. Seleksi raport degan nilai rata-rata semester minimal 70
2. Seleksi tes tertulis untuk mata pelajaran IPA, IPS, Bahasa Inggirs, Matematika.
3. Wawancara

Untuk meningkatkan kenyamanan belajar melaksanakan pendidikan berbasis IT yang diharapkan akan mendukung pencapaian hasil belajar yang maksimal maka di kelas khusus ini juga dilengkapi dengan fasilitas penunjang diantaranya : ruang belajar ber AC, komputer dan LCD projector.

Drs. H. Bachrum, MM. digantikan oleh Drs. H. Rochmat, MM pada bulan Januari 2008, di bawah kepemimpinan Bpk. Drs. H. Rochmat, MM. untuk lebih meningkatkan kualitas pendidikan di SMA Negeri 4 Bekasi dilakukan beberapa hal yaitu :
1. Seleksi raport kelas khusus ditingkatkan dari nilai rata-rata minimal 70 menjadi 73.
2. Target pencapaian kelulusan 100% dengan nilai rata-rata minimal 75
3. Mentargetkan pada tahun 2010 SMA Negeri 4 Bekasi menjadi rintisan sekolah berbasis Internasional (SBI).
4. Melengkapi fasilitas belajar dengan outing class yang dilengkapi dengan fasilitas hotspot.

Bulan Juli 2010 Kepala SMA Negeri 4 Kota Bekasi dijabat oleh Dra. Hj. Yetty Nugraha.